Home > Indonesian > Beginners Course > Topics > People, places and communities > People, places and communities: Sample reading activities
Ada pertunjukan unik yang akan diadakan di Gedung Budaya Jakarta dalam Festival Seni 2007. Kalau wayang tradisional menggunakan lampu minyak untuk proyeksinya, pertunjukan wayang moderen ini memakai proyektor yang dioperasikan dengan komputer. Penggunaan proyektor LCD, slide lampu sebagai permainan sinar, tiga layar dengan ukuran yang berbeda, dan gambar yang diambil dari internet membuat wayang dengan dalang Bapak Made Sujana dari Bali diberi nama ‘wayang listrik’.
Ide menggunakan alat listrik ini datang waktu Made diminta berkreasi oleh ayahnya, yang juga dalang wayang. ‘Kata Bapak, saya harus selalu mencari cara baru,’ cerita Made.
Dalam setiap pertunjukannya, Made selalu menggunakan isu sosial terbaru untuk dikomunikasikan dan memasukkan situasi dan kondisi jaman sekarang ke dalam cerita wayang. Misalnya, waktu Rahwana mengejar Rama di hutan, Rahwana menebang semua pohon di hutan sampai habis. Ternyata pohon-pohon itu dipakai manusia untuk kertas dan tisu toilet. Pada saat itu, pembantu Rama bertanya ‘They wipe their bottoms with paper? Don’t they use water?’ Sekali lagi Made Sujana berani mencoba formula baru: mendalang dalam bahasa Inggris. Dengan demikian, penonton asing juga bisa menerima pesan dan menikmati pertunjukan.
Juga waktu Rama mencari Shinta yang diambil Rahwana, Rama memakai bantuan internet untuk mencari Shinta sehingga Shinta dapat ditemukan dengan cepat. Dalam bagian lain, penonton bisa melihat Hanuman yang sedang berdansa di diskotik, lengkap dengan lampu yang berwarna-warni dan musik rock yang keras.
http://www.tempointeraktif.com ![]()
accessed 6th Novermber,2007